"أهلا وسهلا مرحبا يا من أتيتم عندنا"

Yayasan

Entri Populer

Fasilitas


Struktur Pengurus

Galery Siswa (i)

Pengumuman Hasil Seleksi Santri Baru Tahun Pelajaran 2016/2017

KEPUTUSAN MUDIRUL MA'HAD DAYAH DARUL IHSAN TEUNGKU HAJI HASAN KRUENG KALEE  
NOMOR 01 TAHUN 2016

TENTANG

CALON SANTRI BARU YANG DINYATAKAN LULUS DAN DITERIMA PADA SELEKSI PSB
TAHUN PELAJARAN 2016/2017

MUDIRUL MA'HAD DAYAH DARUL IHSAN TEUNGKU HAJI HASAN KRUENG KALEE







Dayah Darul Ihsan Buka Penerimaan Santri Baru 2016/2017

Dayah Daul Ihsan Tgk H Hasan Krueng Kalee, Siem, Darussalam, Aceh Besar kembali membuka pendaftaran santri baru tahun Pelajaran 2016/2017. 
Khusus untuk putra Dayah tahun ini membuka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Teknik Komputer dan Jaringan khusus untuk putra.



A.      Profil

Dayah ini  pertama sekali didirikan dan diasuh oleh seorang ulama kharismatik, tokoh pendidikan dan pergerakan Indonesia bernama Tgk. H. Muhammad Hasan Krueng Kalee, pada tahun 1910-1946 M. Berkat jiwa murabbiy-nya (pendidik) yang tinggi, Abu Krueng Kalee, demikian panggilan beliau, berhasil melakukan kaderisasi sejumlah ulama yang dijadikan referensi dalam beragama pada abad 21 khususnya di Aceh.
Dayah Krueng Kalee sempat vakum selama 26 tahun sepeninggal beliau. Namun pada tanggal 15 Muharram 1420 H / 1 Mei 1999 M, Dayah Krueng Kalee digagas kembali oleh cucunya, Tgk. H. Waisul Qarani Aly as Su’udy dengan nama baru Dayah “Darul Ihsan” dalam format pendidikan agama yang  mampu menjawab kebutuhan zaman.
Berkat pertolongan Allah dan kerja keras semua pihak, Dayah Darul Ihsan berhasil mengirim lulusannya meraih beasiswa ke sejumlah universitas ternama baik di dalam maupun di luar negeri, seperti Al-Azhar Mesir, Oman, Malaysia, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan lain-lain.
 
Belajar Kitab Turats (Kitab Kuning)
B.      Sistem Pendidikan
Dayah Darul Ihsan menerapkan Kurikulum Terpadu: Kurikulum Kementerian Agama, Kurikulum Dayah Salafiyah dan Kurikulum Dayah Modern. Program Pendidikan selama 6 tahun (3 Tahun MTs dan 3 Tahun MA/SMK) dengan sistem Boarding School/berasrama. Jika menyelesaikan program 6 tahun, Lulusan  akan meraih 3 ijazah: Ijazah MTs, Ijazah MA/SMK dan Ijazah Dayah.
Semua aktivitas diformat dalam bentuk Tarbiyah/Pendidikan, baik di dalam maupun di luar kelas. Sistem Boarding School terbukti meningkatkan kualitas santri dalam hidup disiplin, rajin beribadah, mandiri, hemat, peduli, mampu berbahasa Arab dan Inggris serta berakhlaqul karimah.
Untuk bakat dan kreativitas santri, Dayah memberi ruang untuk berkarya yang dipandu oleh ahli di bidangnya, seperti; Alquran (Tahfidh, Tilawah, Syarhil, Fahmil), Baca Kitab Kuning, Khat,  Les Komputer, Bela diri, Pidato dalam tiga bahasa: Arab, Inggris dan Indonesia, Zikir Maulid, Dalail Khairat, Bola Kaki, Takraw, Volly dan sejumlah training pengembangan diri.

C.      Visi, Misi dan Filosofi
Visi misi
Mewujudkan Darul Ihsan sebagai dayah professional, mewarisi khazanah keislaman untk melahirkan generasi Islami yang terampil.
Misi
v  Mengelola Dayah secara efesien, transparan dan akuntabel
v  Menyiapkan santri yang memiliki aqidah kokoh, ibadah yang benar dan berakhlak mulia serta mengusai dasar-dasar ilmu keislaman yang kuat.
v  Mengajar dan mengasuh serta mengasah intelektualitas dan ketrampilan dengan nurani dan metode terkini
Filosofi
Berilmu, berakhlak, berwawasan, sederhana, sehat dan  kreatif (IKHWAN SEHATI)


D.      Materi Pelajaran Dayah
Di samping Pelajaran wajib di Madrasah, Dayah juga menambahkan materi sesuai dengan kelasnya sebagai berikut:

Tingkat Tsanawiyah:
1.       Tahfidhul Quran dan Tajwid
2.       Aqidah Islamiyah
3.       Akhlaq
4.       Fiqh
5.       Hadist
6.       Nahwu Sharaf
7.       Khat
8.       Mufradat
9.       Tarikh Islam
10.   Bahasa Inggris

Tingkat Aliyah/SMK
1.       Tahfidhul Quran dan Tahsin
2.       Aqidah Islamiyah
3.       Tasawuf
4.       Fiqh
5.       Ushul Fiqh
6.       Tafsir
7.       Ulumul Quran
8.       Hadist
9.       Ulumul Hadist
10.   Balaghah
11.   Tarikh Tasyri’
12.   Mantiq
13.   Nahwu Sharaf
14.   Tarikh Islam
15.   Bahasa Inggris

E.     Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Khusus Putra
Mulai Tahun Pelajaran 2016/2017, Darul Ihsan membuka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Teknik Komputer dan Jaringan, dengan materi pelajaran diantaranya:
  1. Pemograman Website            
  2. Sistem Operasi                                   
  3. Pemograman Dasar
  4. Perakitan Komputer
  5. Simulasi Digital
  6. Jaringan Dasar
  7. Sistem Komputer       
  8. Komputer Terapan 



F.     Tenaga Pengajar

Tenaga pengajar Darul Ihsan berjumlah 110 orang yang terdiri dari para lulusan Dayah Salafiah, Dayah Modern, S1 dan S2 Universitas dalam dan luar Negeri. Diantaranya;

No
Nama
Pendidikan
1
Syeh Abu Muaz (Ulama Mesir)
Al-Azhar Mesir
2
Ust. Muhammad Faisal, S,Ag, M.Ag
S1 Bhs. Arab UIN Ar-Raniry, S2 Ulumul Quran IAIN Imam Bonjol Padang
3
Ust. H. Muakhir Zakaria S. Pd. I, MA
S1 Bhs. Arab UIN Ar-Raniry, S2 Dual Arabiyah Cairo
4
Ust. Murtadha, S. Pd. I, M.Pd
Gontor, S1 Bhs. Inggris UIN Ar-Raniry, S2 Pend. Bhs. Inggris Unsyiah
5
Ust. Muhammad Zulfajri, S.Pd, M.Sc
S1 Kimia Unsyiah, S2 Kimia Fisik NSYSU Taiwan
6
Ust. Faisal Anwar Saragih, S.Pd.I, M.Ed
Gontor, S1 Bhs. Inggris UIN Ar-Raniry, S2 Bim. Konseling NCYU Taiwan
7
Usth. Nurhanifah, S.Pd.I, MA
S1 Bhs. Arab UIN Ar-Raniry, S2 PAI UIN Ar-Raniry
8
Usth. Rahmawati, S. Pd., M.Pd
S1 Pend. Biologi UIN Ar-Raniry, S2  Pend. Biologi Unsyiah
9
Ust. Ataillah, S.Ag
S1 TIA UIN Ar-Raniry
10
Tgk. Edi Syuhada, SS
Dayah Labuhan Haji, S1 Sastra Arab UIN Ar-Raniry
11
Tgk. Sirajuddin, S.Pd.I
Dayah MUDI Mesra, Dayah Darul Muarrif Lam Ateuk, PAI PTIQ Aceh
12
Tgk. Mustafa Husen, S.Pd.I
Dayah BUDI Lamno, Dayah Darul Muarrif Lam Ateuk, S1 Bhs. Arab UIN Ar-Raniry
13
Tgk. Bahtiar, S.H.I
Dayah MUDI Mesra, S1 Syariah STAI Al-Aziziyah
14
Ust. H. Muslim Daud, Lc
MUQ Langsa, S1 Syariah Univ. Al-Azhar Mesir
15
Ust. Muhammad Husni, Lc
Darul Ihsan, S1 Syariah Univ. Al-Azhar Mesir
16
Ust. Boihaqi, Lc
S1 Tafsir dan Ulumul Quran  Univ. Al-Azhar Mesir
17
Usth. Puspa Rahmayani, Lc
MUQ Langsa, S1 Bhs. Arab Univ. Al-Azhar Mesir
18
Usth. Zakiah Zainun, Lc
Oemar Diyan, S1 Syariah Univ. Al-Azhar Mesir
19
Ust. Irhamna, Lc
Darul Ihsan, S1 Tafsir dan Ulumul Quran Univ. Al-Azhar Mesir
20
Ust. Rahmat Mulia, B. Cl
Darul Ihsan, S1 Univ. Oman
21
Usth. Hj. Zubaidah, Lc
S1 Syariah Univ. Al-Azhar Mesir


 G.    Syarat, Waktu Pendaftaran dan Biaya

CARA MENDAFTAR

1.       Mengisi Formulir pendaftaran sesuai dengan lengkap.
2.       Melampirkan Fotokopi Rapor 3 semester terakhir.
3.       Pasfoto 3x4 2 lembar dan 1x1,5 2 lembar.
4.       Mengikuti tes/ujian masuk dengan sempurna.


SYARAT PENDAFTARAN ULANG
1.      Lulus tes/ujian masuk.
2.      Melengkapi berkas adminitrasi sebagai berikut:
a.       3 lembar Fotokopi  ijazah terlegalisir
b.       3 lembar  Fotokopi SKHUN khusus lulusan MTs/SMP
c.        1 lembar Fotokopi kartu NISN/surat keterangan NISN dari sekolah asal.
d.           2 lembar Fotokopi KK dan KTP Orang Tua/Wali
e.       2 Lembar fotokopi Akte Kelahiran
3. Melunasi biaya masuk

WAKTU PENDAFTARAN DAN TESTING

11. Pengambilan formulir/pendaftaran mulai tanggal 5 Maret s/d 25 Maret 2016.
Setiap hari pukul 09.00 s/d 13.15 WIB dan pukul 16.30 s/d 18.00 WIB.

22. Tes/ujian masuk tanggal 26 Maret 2016.

33. Pengumuman kelulusan tanggal 28 Maret 2016.
(Dilihat di Dayah atau Website: darulihsanabuhasan.com)

44. Pendaftaran ulang mulai tanggal 28 Maret s/d 9 April 2016 pukul 09.00 s/d 13.15 WIB dan pukul 16.30 s/d 18.00 WIB.

CContac Person:contact Person: Ust Ataillah 081269 47463 - Ust Mustafa 0852 7714 9334

MATERI UJIAN LISAN
Bacaan Al-Quran, Tajwid, pengetahuan agama dan wawancara.

MATERI UJIAN TULISAN
Pengetahuan agama, Matematika, Ilmu alam dan sosial. Khusus calon siswa Madrasah Aliyah ditambah bahasa Arab dan bahasa Inggris.


BIAYA
Biaya pendaftaran                                                       Rp.     100.000
Biaya Pembangunan (Sekali selama di Dayah)            Rp.  3.000.000
Biaya Asrama                                                               Rp.     200.000/tahun
Biaya Lemari dan Kasur                                               Rp. 1.200.000          
Biaya seragam batik dan olahraga                              Rp.     200.000
 
Jumlah                             Rp. 4.700.000
Iuran Bulanan bulan pertama                                     Rp.     575.000
TOTAL                              Rp. 5.275.000


Latihan Ilmu Bela Diri (Silat)

No
Waktu
Kegiatan Santri

1
05.00 – 05.45
Bangun pagi, shalat subuh berjamaah
2
05.45 – 06.45
Masuk kelas/tahfidh, belajar kosa kata atau latihan percakapan bhs Arab dan Inggris
3
06.45 – 07.45
Mandi pagi, sarapan
4
07.45 – 13.25
Masuk kelas
5
13.25 – 14.00
Shalat Dhuhur berjamaah  dan membaca Al-Quran
6
14.00 – 14.15
Makan siang
7
14.15 – 15.45
Istirahat siang/kegiatan ekstra
8
15.45 – 16.30
Shalat Ashar berjamaah dan membaca Al-Quran
9
16.30 – 17.50
Olahraga sore/kegiatan ekstra
10
17.50 – 18.30
Mandi dan makan
11
18.30 – 19.30
Membaca Al-Quran di Mushalla (belajar tartil, tahsin dan tajwid)
Shalat Magrib berjamaah dan membaca Al-Quran
12
19.30 – 21.00
Masuk kelas
13
21.00 – 21.30
Shalat Isya berjamaah dan membaca Al-Quran
14
21.30 – 22.30
Belajar malam mandiri
15
22.30 – 05.00
Istirahat malam


Nb: Kegiatan malam Jum’at:
Latihan Pidato, latihan Shamadiah/Dalail Khairat.


Kegiatan Pada Hari Jum’at
Peningkatan bahasa, Gotong Royong, Olahraga dan ekstra lainnya.


Ustadz Mutiara Fahmi: Radikalisme Bukan Ajaran Islam


Islam adalah agama dakwah yang bertujuan menyebarkan kasih sayang dan kebaikan untuk umat manusia. Karenanya, radikalisme atau Sikap ghuluw (melampaui batas dan berlebih-berlebihan) dalam agama, bukanlah ajaran Islam bahkan merupakan sikap tercela dan dilarang oleh syariat. 

Sikap ini tidak akan mendatangkan kebaikan bagi pelakunya juga tidak akan membuahkan hasil yang baik dalam segala urusan. Terlebih lagi dalam urusan agama.




Demikian disampaikan Ustaz. H. Mutiara Fahmi Lc, MA, Ketua Program Studi Hukum Tata Negara (Siyasah) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, Banda Aceh saat mengisi pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) di Rumoh Aceh Kupi Luwak, Jeulingke, Rabu (27/1) malam.

"Sikap radikalisme atau ghuluw itu sama sekali bukan ajaran Islam, apalagi sampai melakukan teror atas nama agama dan jihad," ujar Ustaz Mutiara Fahmi
Menurutnya, sikap radikalisme dalam beragama ini sangat berbahaya karena telah merusak Islam. Umat Islam juga harus menghindari sikap radikal dan kekerasan dalam beragama. Jangan sampai memaksa dalam menyebarkan dakwah Islam

"Silahkan kita menyampaikan Islam dan menebarkan dakwah dengan cara-cara santun karena itu tugas setiap pribadi muslim, tapi ingat hanya penyampai. Jangan berlebih-lebihan dan memaksa dengan cara-cara radikal atau teror," terangnya.


Ustaz Mutiara Fahmi juga mengingatkan, umat Islam hanya penyampai atau pemberi peringatan, bukan orang menaklukkan. Seseorang muslim itu tidak bisa memberi hidayah untuk ikut ajaran Islam, karena itu kekuasaan Allah.

"Kita hanya memberikan pesan dakwah, dan dapat pahala. Didengar atau tidak itu bukan urusan kita, Allah yang lebih punya kuasa," kata Ustaz Mutiara yang juga Dewan Muhtasyar Yayasan Tgk Hasan Krueng Kalee ini.

Ia juga menjelaskan isi Surat Al-Ghasyiah ayat 21-22: "Fazakkir innama anta muzakkir, lasta 'alaihim bi mushaythir" yang artinya "... berilah peringatan, kamu hanyalah pemberi peringatan, kamu bukanlah pemaksa atas diri mereka..."

Penyampai dakwah dengan damai dan santun adalah jalan jihad paling utama dalam Islam. Jauhi olehmu ghuluw atau berlebih-lebihan. Karena umat-umat terdahulu hancur akibat berlebih lebihan.


"Kita harus jadi ummatan wasatha atau pertengahan. Dulu ada umat yang membunuh nabi dan ada yang menuhankan nabi dan sahabat-sahabat," katanya.


Disebutkannya, berbicara radikalisme, pemikiran dan sikap tersebut muncul dalam sejarah Islam pertama kali oleh kaum khawarij. Sejak abad pertama hijriah sikap fanatik dan intoleran serta ke-eksklusifan kaum khawarij sudah menjadi ciri khas dari kaum ini. Pada awalnya khawarij adalah pengikut Khalifah Ali bin Abi Thalib, sejarah khawarij berawal dari perang shiffin, yaitu perang antara pasukan Ali melawan pasukan Muawiyah pada tahun 37 H / 648 M. Saat Khalifah Ali hendak memenangkan perang, dan Muawiyah menawarkan perundingan sebagai jalan penyelesaian peperangan, maka sahabat Ali menerima tawaran dari Muawiyah.



Karena kesediaannya, menerima perundingan sahabat Alipun ditinggalkan oleh kurang lebih 4000 pengikutnya yang tidak sepakat dengan sahabat Ali. Dari sinilah khawarij muncul sebagai kelompok. Tidak sepahamnya khawarij dengan sahabat Ali tentang masalah perundingan, bahwa khawarij memandang Ali sudah melawan kehendak Tuhan atau keluar dari hukum Agama, karena khawarij memandang, permusuhan haruslah diselesaikan dengan kehendak Tuhan, dan bukan atas dasar perundingan. Kaum khawarij kemudian mengkafirkan Ali bin Abi thalib dan Muawiyah. tidak sampai hanya disitu saja, bahkan kaum mayoritas yang tidak menyetujui perangpun ikut dikafirkan juga oleh kalangan khawarij.

Bagi khawarij, meski di seorang muslim jika melanggar ketentuan Al-qur'an (secara teks) maka darahnya halal untuk ditumpahkan. Dan setelah itu sahabat Ali pun wafat dibunuh oleh seorang khawarij yakni Ibnu Muljam.

"Jika Islam dipahami dengan akal yang sombong, maka tunggulah kehancurannya. Jika kita berbicara konteks kekinian, mungkin khawarij sudah tiada, namun pemikiran dan sikapnya tetap berkembang dan diteruskan oleh mereka-mereka neo khawarij yang tak kalah kejamnya, bahkan melebihi. Islam sama sekali tidak pernah melegitimasi tindakan-tindakan radikalisme apalagi terorisme yang dipraktekkan orang yang membawa-bawa nama Islam akhir-akhir ini," jelasnya.

Neo khawarijme radikalisme saat ini. Musuhnya penguasa taghut dan alat penguasa seperti aparat polisi dan pemerintah yang tidak menjalankan hukum Islam.
"Pemerintahan sah yang fasik sekalipun tidak akan menggugurkan keabsahan dia sebagai pemimpin.
Haram melakukan pembangkangan terhadap pemimpin muslim yang fasik ataupun. Sebaik baik pemimpin adalah yang kamu cintai dan pemimpin yang mencintai rakyat, sebaliknya sejelek-jeleknya pemimpin adalah yang kamu benci dan pemimpin membenci rakyatnya. Benci hanya pada perbuatannya, bukan pemimpinnya," sebutnya.

Admin Web


 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Website Resmi © Yayasan Teungku Haji Hasan Krueng Kalee Dayah Darul Ihsan – All Rights Reserved