"أهلا وسهلا مرحبا يا من أتيتم عندنا"

Yayasan

Entri Populer

Fasilitas


Struktur Pengurus

Galery Siswa (i)

Habibul, Santri Asal Meulaboh Lulusan SNMPTN Teknik Arsitektur Juga Punya Bakat Melukis


Habibul Malik Risqi menyerahkan lukisan sketsa wajah Abu Hasan Krueng Kalee di sela-sela acara Pengukuhan dan Peusijuk Alumni ke- XVI, Siem, 8 April 2021.


Banda Aceh - Habibul Malik Risqi, salah seorang santri di antara 214 yang terbaik dari semua lulusan tahun 2021, menyerahkan lukisan sketsa wajah Abu Hasan Krueng Kalee di sela-sela acara Pengukuhan dan Peusijuk Alumni ke- XVI, Siem, 8 April 2021.

Habibul, sosok santri pendiam ini, lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2021 pada jurusan Teknik Arsitektur UIN ar Raniry.

Habibul memang hobi melukis sketsa wajah, keluarga, tokoh, ulama, teman dan juga tokoh kartun.

Khusus Sketsa wajah Abu Hasan Krueng Kalee secara special dilukis sebagai kenangan ketika telah tamat meninggalkan dayah.

Karya lukis Habibul diserahkan langsung kepada cucu Abu Hasan, ketua Yayasan Tgk H Musannif bin Sanusi bin Abu Hasan Krueng Kalee,

Saya senang melukis sketsa wajah sejak duduk di bangku sekolah SDN 01 Percontohan, Meulaboh dan berlanjut di MTSN 03 Meulaboh, saya perdalam di Darul Ihsan.

Saya senang melukis tiap ada waktu senggang. karena saya santri Darul Ihsan, tentu sosok Abu Hasan Krueng Kalee, jadi tokoh inspiratif, atas dasar ketertarikan itulah saya melukis. dan alhamdulillah, 2 Minggu sebelum saya lulus dari dayah, saya buat  2 hari sudah siap.” Terang Habibul santri asal Meulaboh ini.

Ketua Yayasan selaku cucu Abu Hasan menyambut baik dan mengapresiasi karya anak yang multitalenta ini.

“Lukisan itu, langsung ditempatkan di ruang kerja ketua Yayasan.” Jelas dan tutup Musannif

 Humas Dayah, Mustafa Woyla

Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee mengukuhkan 214 alumni Angkatan XVI

 



SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee mengukuhkan 214 alumni Angkatan XVI  di Komplek Dayah, Siem, Darussalam, Aceh Besar, 8 April 2021.

Sebanyak 20 santri di antaranya merupakan SMK Teknik Komputer Jaringan (TKJ), dan 194 lainnya merupakan santri dari Madrasah Aliyah (MA) dengan perincian 87 santri putra dan 107 santri putri.

Prosesi pengukuhan dan peusijuek alumni dilaksanakan oleh ketua Yayasan Darul Ihsan, Tgk H Musannif Sanusi.

Dalam kata sambutan pengukuhan, Musannif mewakili para pimpinan dan para kepala, mohon maaf kepada seluruh wali santri melaksanakan acara pengukuhan secara terbatas, tidak dihadiri oleh para wali, mengingat Aceh dan Indonesia masih dalam penerapan protokol Covid – 19 untuk acara keramaian. 

“Perlu diketahui, tamat dari dayah bukanlah akhir perjuangan mencari ilmu,” ungkap Musannif seperti dikutip rilis yang dikirim oleh staf pengajar Dayah Darul Ihsan, Mustafa Husen Woyla.

Ia mengatakan, ini merupakan awal dari proses perjuangan mengapai tujuan yang lebih besar, sesuai bakat dan minat tentunya.

Tidak mesti jadi insinyur dan dokter semua, namun yang paling penting diluruskan niat, jangan jadikan dunia, uang, kekayaan dan popularitas mengukur kesuksesan seseorang.

“Jadilah alim dan shalih, seperti Uwais al Qarni, terkenal di langit, tidak terkenal di bumi, karena sukses di dunia belum tentu sukses di akhirat,” ujar Musannif.

Ini adalah bagian dari proses, hidup ini adalah proses, para santri ada yang 6  atau 3 tahun berada di dayah.

Tidak ada yang instan, makanan yang instan saja, perlu proses untuk bisa disajikan.

“Mewakili wali santri dari 214 alumni yang dikukuhkan karena putri saya juga di barisan ini, perlu kita jelas dan luruskan, karena jika salah niat di awal, yakni tujuan hanya dunia dan uang, maka salah dan akan terus salah.

Untuk itu perlu luruskan niat. Dan yang paling penting jaga waktu salat, apalagi mengabaikannya, terus berdoa dan berusaha, insya Allah akan sukses dunia akhirat,” tambah Musannif.

Wadir Humas Dayah Darul Ihsan, Tgk Edi Syuhada, mengatakan acara pengukuhan dan peusijuk alumni ini akan dipermanenkan sebagai seremoni akhir dari sebuah proses belajar.

“Kita ini dayah, ada budaya dan corak tersendiri, tidak perlu mengekor dengan budaya luar. Maka hanya pengukuhan dan peusijuek saja,” ujarnya.(*)

Humas Darul Ihsan, Mustafa Woyla

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Dayah Darul Ihsan Kukuhkan 214 Alumni Angkatan XVI,  20 di Antaranya Santri Teknik Komputer Jaringan, https://aceh.tribunnews.com/2021/04/09/dayah-darul-ihsan-kukuhkan-214-alumni-angkatan-xvi-20-di-antaranya-santri-teknik-komputer-jaringan.
Penulis: Agus Ramadhan
Editor: Zaenal


 

Abu Tanjong Bungong Ziarahi makam pendahulunya ahli Astronomi, Abu Hasan Krueng Kalee





Abu Tanjong Bungong menyerahkan Imsakiyah Hasil Hisab-nya di Makam Abu Hasan Krueng Kalee, Jumat, 2 April 2021.

Darul Ihsan - Teungku H. Abdullah Tanjong Bungong, makruf dengan Abu Tanjung Bungong, berkunjung dan berziarah ke Makam Abu Hasan Krueng Kalee, Jumat, 2 April 2021 selaku pendahulunya dalam bidang ilmu falak/ astronomi di Aceh.

Abu Tanjong bungong adalah seorang ulama ahli ilmu falak/ astronomi asli asal desa Tanjong Bungong dan pimpinan dayah Babul Ulum Diniyah Islamiah (BUDI), Tanjong Bungong, Pidie Jaya.

Rombongan berjumlah 3 unit mobil bus sekira 30 orang, tiba di komplek Santriwati disambut langsung oleh para pimpinan dan sejumlah guru senior.

Adapun rangkaian kegiatan di Darul Ihsan, ziarah, doa pada makam Abu Hasan Krueng Kalee, temu dan ramah dengan pengurus.

Abu Tanjong Bungong dalam kunjugan ini, menyerahkan imsakiyah hasil hisab secara mandiri  untuk wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar dan juga buku  berjudul “Ilmu Falak, Antara Fikih dan Astronomi”. Sementara dari pihak dayah Darul Ihsan menyerahkan Buku Biogarafi Abu Hasan Krueng Kalee.

Abu Hasan dan Abu Tanjung Bungong, keduanya  merupakan ahli dalam ilmu falak/astronomi.

Turut hadir dalam silaturrahim dan kunjungan, Dr Abdul Qadir, pengurus Yayasan, Tgk Edy Syuhada selaku Humas dan sejumlah wadir Dayah Darul Ihsan. [MHW]

 

Pengumuman Kelulusan PSB T.P 2021/2022 Dayah Darul Ihsan

Pengumuman Kelulusan dan Pendaftaran Ulang Santri Baru 2021/2020
Dayah Darul Ihsan Tgk. H. Hasan Krueng Kalee 




PENGUMUMAN dari :

1. Dayah Darul Wustha, Lamceu, Kec. Kutabaro, Kab. Aceh Besar.
Contact person:
Tgk. Muhibbudin, MA :0852 6006 4880
Nora Fachrina :0821 7666 7690

2. Dayah Daruzzahidin, Lamceu, Kec. Kutabaro, Kab. Aceh Besar.
Contact person:
Tgk. Mualan Ikhsan : 0852 6136 3942
Tgk Ibnar Rusydi, S.Pd   : 0823 6232 4764
Tgk Nurlaili, S.Pd.I : 0813 6017 8348

Bagi Yang belum berkesempatan LULUS di Dayah Darul Ihsan, dapat diterima tanpa tes sebagai santri pada salah satu dayah tersebut di atas.

Darul Ihsan Buka SMK Desain Grafika

 

Selain Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah

Menjawab Tuntutan Zaman, Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee Membuka Jurusan baru, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Desain Grafika.

Pendaftaran 6 – 15 Januari 2021

CP : Ust Faisal Anwar +62 822-7478-1145 & Ust Boihaqi +62 852-6065-0094

 

Berikut di antara mata pelajaran kejuaruan yang akan dipelajari;

1. Dasar-dasar Kegrafikaan

2. Kalkulasi Grafika

3. Pengolahan Limbah Industri Percetakan

----------

1. Perwajahan

2. Desain Grafis

3. Susun Huruf Komputer

4. Foto Reproduksi dan Acuan Cetak

5. Produk Kreatif dan Kewirausahaan

Selangkapnya info di Brosur




FILZAH JANNATI, Raih Predikat Cumlaude Al Azhar Mesir Sekaligus Ijazah Tahfiz Markas Kahilah

Filzah Jannati peraih nilai Cum Laude di Jamiah Al Azhar dan  meraih syahadah (ijazah) di Markaz Kahilah li al-Dirasat al-Qur’aniyyah, di kawasan Hayy Sabi’, Kairo, Mesir, 17 November 2020 ǀ


Cairo - Alumni Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee kembali membawa kabar gembira dan membanggakan. Filzah Jannati (20 tahun) Alhamdulillah telah menyelesaikan (khatam) hafalan Al-Qur’an 30 juz, 11 November 2020 di Markas Kahilah li al-Dirasah al-Qur’aniyyah di kawasan Hayy Sabi’, Kairo, Mesir.


Dan yang lebih mengharukan lagi pada tanggal yang sama Filzah mampu meraih predikat cum laude/mumtaz di universitas Islam tertua di dunia itu.

Santri asal Siron Aceh Besar ini meraih predikat cumlaude setelah melewati ujian dari 13 guru besar di bidang studi masing-masing pada ujian pertengahan dan akhir tahun jadwal perkuliahan. Mata kuliah yang diikuti berupa Fiqih Syafi`i, Fiqih Kontemporer, Sejarah Fiqih, Ushul Fiqih, Tafsir Ahkam, Tauhid, Al-Qur’an, Ulumul Qur’an, Bahasa Arab, Metodelogi Fikih dan lainnya.

Hasil yang di peroleh oleh Filzah Jannati ini merupakan hal yang sangat langka, karna hanya sedikit dari mahasiswa Aceh yang menempuh pendidikan di Universitas Al Azhar yang mampu meraih predikat cum laude/mumtaz. Hal ini dikarenakan bahasa pengantar yang berbeda juga materi-materi kitab turas (karangan ulama besar terdahulu), dan juga harus melewati beberapa tahapan ujian tulis maupun lisan dan sebagainya.

Mahasiswi kelahiran Aceh Besar, Gampong Meunasah Baro/03 Februari 2000, merupakan mahasiswi Tingkat I Fakultas Syariah Islamiyah yang berpusat di Nasr City, Kota Kairo

Putri bungsu dari pasangan Tgk. Zainun Yusuf dan Cut Munira, S. Sos., ini dikenal sebagai pribadi yang cerdas dan tekun, Kecerdasan dan ketekunannya dalam belajar menjadikannya sebagai  pemegang  juara umum bertahan dari kelas 1 Tsanawiyah hingga kelas 3 Aliyah di Dayah Darul Ihsan hingga terpilih menjadi wisudawa terbaik dengan nilai tertinggi. Dan yang lebih membanggakan lagi adalah filzah juga berhasil mengukir berbagai prestasi seperti juara 1 tingkat provinsi lomba Fahmil Qur’an pada PORSENI tahun 2016,  juara 1 Fahmil Qur’an pada MTQ Kabupaten Aceh Besar tahun 2017, juara II Tahfidhul Qur’an  tahun 2018 Dan masih banyak lainnya.

Ketika masih menjadi santri, Filzah Jannati di kenal sebagai pribadi yang rendah hati dan gemar membantu teman-teman dalam pelajaran dan hal kebaikan lainnya. Ciri khasnya yang selalu menundukkan pandangan dan juga tidak sombong menjadikannya sebagai senior yang difavoritkan oleh adik-adik, dibanggakan oleh guru-guru dan dijadikan teladan oleh teman-teman seangkatannya.


Filzah Jannati di depan mesjid Al Azhar, Mesir

Filzah Jannati juga pemegang beasiswa tahfiz luar negeri yang di berikan oleh pihak Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh tahun 2019. Pihak Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh membuka pendaftaran beasiswa Strata-1 jalur tahfiz luar negeri yang dibuka dalam dua tahap, tahap pertama diikuti oleh 50 mahasiswa, sedangkan tahap kedua diikuti sekitar 70 mahasiswa. Filzah berhasil mendapatkan beasiswa jalur tahfiz luar negeri di tahap pertama setelah melewati dua tahap seleksi, yaitu seleksi berkas/administrasi dan kemudian seleksi ujian lisan.

“Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada semua, terutama orang tua saya yang telah memotivasi penuh dan mendoakan saya, juga kepada guru-guru yang telah memberikan ilmu dan mengarahkan saya hingga titik ini. Ini belum ada apa-apanya, saya masih banyak kekurangan, mohon doanya semoga Allah selalu memberikan mudawamah dan istiqamah dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an serta mengamalkannya,” ucapnya.

Rasa syukur dan bangga juga di sampaikan oleh Tgk. Muhammad Faisal, M. Ag., selaku pimpinan dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee, “luar biasa capain Filzah Jannati baik dalam menghafal Al-Qur’an maupun studi di Al-Azhar. Begitu senang dan bahagia mendengar berita ini. Tidak ada ucapan yang keluar dari lisan ini kecuali syukur kepada Allah SWT. Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Semoga terus menambah ilmu dan berprestasi. Semoga menjadi tingkat estafet guru di Darul Ihsan” ungkapny

Ia berharap kedepan banyak di antara pemuda pemudi Aceh yang berkiprah di ranah internasional yang mampu menjadi kader akademisi Agama Islam kedepan di Aceh, dan kembali menghidupkan Seuramoe Mekah Aceh.

Di samping itu, Ketua Yayasan Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee, Tgk. H. Musannif, SE, menyambut bahagia atas capaian filzah. “Ini merupakan prestasi luar biasa yang harus diapresiasi oleh seluruh masyarakat Aceh, karena ia adalah putroe tanoh rencong yang mengharumkan nama Aceh di tanah arab. Di tahun yang sama, pada bulan yang sama, Filzah mampu mencapai prestasi yang sangat inspiratif, mengkhatamkan hafalan 30 juz Al-Qur’an dan meraih predikat cum laude di Al- Azhar-Mesir. Semoga Filzah selalu menjadi pribadi yang energik dan  bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya. (Zakiah/Must)

 


Meriahkan HSN Ke – VI Dayah Darul Ihsan Gelar PORSEDI


Foto bersama usai pemotongan pita pembukaan PORSEDI (Pekan Olahraga dan Seni Darul Ihsan),  Tgl, 22 Oktober 2020, Siem, Darussalam, Aceh Besar

Darussalam -  Tgk Muhammad Faisal Pimpinan Dayah resmi membuka peyelenggaraan PORSEDI (Pekan Olahraga dan Seni Darul Ihsan), Kamis, 22 Oktober 2020.

Kegiatan ini dikoordinir oleh Organisasi Santri Darul Ihsan (OSDI) yang berlangsung di komplek dayah, Siem, Darussalam, Aceh Besar selama 3 hari setelah ke depan.

Agenda tahunan ini sengaja digelar bersamaan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke VI tahun 2020 sebagai bentuk kontribusi nyata civitas dayah dalam menyukseskan program pemerintah oleh Kementerian Agama Provinsi Aceh dan Dinas Pendidikan Dayah Aceh (DPD-A).

“Perlehatan bergengsi bagi santri ini dengan tagline “Santri Sehat,Aceh Hebat,Indonesia Kuat’  bertujuan untuk mencari bakat dan minat santri, sekaligus penyemangat di masa Pandemi Covid – 19 yang melanda seluruh dunia.” Terang Alman Faluthi, ketua penyelangara Putra.

Perlombaan digelar secara arena terpisah, tidak bercampur, ada cabang putra dan ada cabang  putri, karena Darul Ihsan terpisah komplek, Gedung RKB dan asrama.

Putra bertemakan ACTION ( Actualizing The Generation Talents, mewujukan generasi yang berbakat) dan Putri bertema HARVARD  (Having Rivalry Deal, Pertandingan Yang Adil).

Direncanakan penutupan dan pembagian hadiah bertetapan dengan malam 12 rabiul awal, malam peringatan kelahiran nabi Muhammad SAW di komplek dayah.

“Adapun yang memperlombakan ada 37 cabang, antara lain, Fahmil qur'an, qiraatil kutub at turats, debat bahasa, kaligrafi, tahfidz dan cabang lain yang ada pada Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).” Terang Ina Fadla selaku panitia penyelenggara putri. [mhw]

 

 

'kado' Peringati HSN Ke VI, Alumni Darul Ihsan Raih Syahadah Markas Kahilah Mesir

ǀ Alvia Hasli Ramadhan usai meraih syahadah (ijazah) di Markaz Kahilah li al-Dirasat al-Qur’aniyyah, di kawasan Hayy Sabi’, Kairo, Mesir, 21 Oktober 2020 ǀ


Cairo – Pada hari peringatan Santri Nasional (HSN) Ke -VI 2020, Alvia Hasli Ramadhan, salah seorang alumni Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee, Siem, Darussalam, Aceh Besar, Aceh – Indonesia yang sedang kuliah di Universitas al-Azhar Kairo, Mesir, meraih syahadah (ijazah) dari Markaz Kahilah li al-Dirasat al-Qur’aniyyah, di kawasan Hayy Sabi’, Kairo, Mesir, 21 Oktober 2020.

Syahadah prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Syaikh Muhammad Dasuqi Amin Kahilah selaku pimpinan Markaz Kahilah li al-Dirasat al-Qur’aniyyah dan juga sekaligus mendapatkan izin langsung mengajarkannya kepada masyarakat umum ilmu qiraat secara bersanad.

Syaikh Kahilah dikenal sebagai penulis kitab an-Nuqat al-Hasan fi Dhabti wa Tajwidi al-Qur’an.

“Selain sebagai penulis produktif bidang Tajwid, Qiraat, dan Ulumul Quran, beliua juga pemegang sanad qiraah ‘asyarah sugra  dan kubra, serta salah seorang dosen di al-Quran wa al-Qiraat wa Ulumiha  di Universitas al-Azhar al-Syarif.” Terang Ustadzah Zakiah Zainul, Lc, MA

Adapun tahapan yang dilalui Alvia, begitu sapaan akrap alumni Darul Ihsan asal Nagan Raya ini,  bukan perkara mudah sehingga bisa meraih syahadah,.

Di antaranya, Alvia mnyelesaikan hafalan sekira 1 tahun 3 bulan, dengan proses tahsin dan qiraat yang ketat dari para pengajar di markas Kahilah, juga dibarengi tafsir ayat-ayat yang sulit dipahami dan rasm alquran (ilmu yang mempelajari tentang penulisan mushat Al-Qur'an).

“Namun syukur alhamdulillah berkat inayah Allah swt, doa guru dan orang tua, bisa tercapai sebagaimana mestinya.” Tambah Zakiah selaku guru dayah Darul Ihsan.

Tgk H Musannif selaku Ketua Yayasan Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee menyambut bahagia atas capaian Alvia.

Dan kami juga menerima berita dari Kairo via whatshapp insya Allah dalam waktu dekat, akan disusul juga oleh Alumni Darul Ihsan bernama Filzah Jannati.

Dengan capaian ini, semoga bisa termotivasi bagi santri Darul Ihsan dan santri Aceh dan Indonesia untuk  belajar dan mendalami ilmu qiraat, dimana ilmu ini masih sangat langka dan asing khususnya di kalangan masyarakat Aceh dan Indonesia pada umumnya.

“Karena Kahilah disamping  menghafal al-Qur’an, mengkaji, serta mendalami luasnya makna yang terkandung di dalamnya. Tidak hanya sekedar hafal layaknya makhad tahfiz kita di Nusantara.” Terang Musannif. [mwh]

 

 


Tgk Faisal, Luruskan Fitnah Tasawuf Bukan Bagian Syariat Islam

Tgk Muhammad Faisal, Pimpinan Dayah Darul Ihsan saat mengisi kajian Tastafi Banda Aceh di Hotel Hermes Palace, di  Kota Banda Aceh, Selasa, 23 Juni 2020.

Banda Aceh – Pengajian Perdana Pasca Idul Fitri Majelis TASTAFI Kota Banda Aceh dan Aliansi Ormas Islam bertema “Sejarah dan Perkembangan Tasawuf”, di Hotel Hermes Palace, Jl. T. Panglima Nyak Makam, Lambhuk, Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Selasa, 23 Juni 2020, malam.

Pengajian yang difasilitasi pihak hotel ini terbuka untuk umum namun masih dalam jumlah terbatas karena adanya pembatasan keramaian di tengah pandemic covid-19.

Berikut diantara kajian yang disampaikan oleh Tgk Muhammad Faisal Sanusi, pimpinan dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee yang juga anggota MPU Aceh Besar dan dosen UIN Ar-Raniry;

Tgk Faisal membuka dengan memperkenalkan MABADI (dasar) ilmu TASAWUF, yakni:  definisi, tema, manfaat, keutamaan, korelasi, nama, landasan, hukum, dan probematikanya. Kemudian dilanjutkan dengan sekilas sejarah perkembangannya.

Dalam Shahih al-Bukhari terdapat sebuah hadis riwayat Sayyidina ‘Umar ibn Al-Khatthab ra yang dikenal dengan hadis Jibril dimana Rasulullah SAW menjawab pertanyaan Jibril tentang Islam, Iman dan Ihsan. Dari 3 aspek ini, para ulama mengkodifikasi ilmu-ilmu syariat. Dari Islam lahirlah ilmu Fiqh dan Ushul Fiqh, dari Iman lahirlah ilmu Tauhid dan dari Ihsan lahirlah ilmu Tasawuf. Yang hari ini boleh kita rangkum  menjadi TASTAFI.

"Ada beberapa kitab yang representatif membahas secara lengkap tentang ajaran tasawuf sebagai sebuah disiplin ilmu, antara lain Ihya’ ‘Ulumiddin  karya Imam Al-Ghazali, ar-Risalah al-Qusyairiah karya Imam Abu al-Qasim Abdul Karim bin Hawazin al-Qusyairi, dan lain sebagainya." rinci Tgk Faisal.

Ajaran Tasawuf murni lahir dari syariat Islam. Para ulama sufi mengatakan jalan kita ini (thariqat) terkait erat dan dibawah naungan al-Quran dan al-Sunnah. Dibangun atas dasar dalil yang tersurat (kitabullah al-masthur) maupun yang tersirat (kitabullah al-mandzur). Karena itulah, ajaran tasawuf tidak bertentangan dengan kedua sumber utamanya,

Meskipun demikian, ada saja sebagian orang yang berpendapat bahwa ajaran Tasawuf ini berasal dari luar islam, ini boleh jadi akibat kekeliruan dan kebodohan yang nyata dan tidak berdasar sama sekali. Ataupun karena ingin meruntuhkan ajaran Islam yang dibangun di atas tiga fondasi: Iman (tauhid), Islam (fiqh) dan Ihsan (Tasawuf). Misalnya tuduhan bahwa sufi atau tasawuf berasal dari Syiah.

Padahal, jika ditelusuri secara mendalam, syiah tidak memiliki ajaran tasawuf. Yang ada sama-sama menjunjung tinggi hubbu alil bait cinta kepada keluarga Nabi SAW. Dalam hal ini pun sebenarnya tidak sama, karena Syi’ah melakukan ‘pengkultusan’ kepada zuriat Rasulullah Saw.

Dalam ajaran Tasawuf ada sebagian sufi mencapai ahwal atau maqam tertentu.

"Para sahabat Rasulullah Saw ada yang mencapai maqam tertentu, di antaranya ‘Ubadah bin ash-Shamit yang dapat mendengar salam dari malaikat. Juga Bilal bin Rabah yang pernah ditanya oleh Rasulullah SAW tentang apa yang menyebabkan suara terompahnya (sandal) berada di dalam surga. Itu adalah hal ahwal tertentu yang dicapai oleh sahabat Rasulullah SAW. Para sahabat tidak ma’sum (terhindar dari dosa)." Tegas anggota MPU Aceh besar ini.



Berbicara tentang ahwal erat kaitannya dengan perjalanan rohani atau spiritual para sufi memang pelik, karena objek kajian tasawuf adalah hati. Ketika para sufi telah melewati proses takhalli (pembersihan jiwa), lalu tahalli (penghiasan jiwa), maka terjadilah tajalli dimana pada maqam tertentu akan terjadi tanazzul anwar atau mukasyafatul qulub (Pen. turunnya nur makrifah). Bukan hal atau maqam yang menjadi tujuan namun perjalanan ini semua bertujuan akhir kepada Allah SWT (ilahi anta maqsudi).

"Karena itulah Syeikh Abdul Qadir al-Jilani berwasiat kepada anaknya menjelang wafat: Terbanglah menuju Allah SWT dengan kedua sayapmu berupa Al-Qur’an dan As-Sunnah." Jawab Tgk Faisal dari salah seorang jamaah yang mempertanyakan apakah sufi bisa lepas dari taklif syariat islam. [Tafa & Tu Sudan]

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Website Resmi © Yayasan Teungku Haji Hasan Krueng Kalee Dayah Darul Ihsan – All Rights Reserved