"أهلا وسهلا مرحبا يا من أتيتم عندنا"

Yayasan

Entri Populer

Fasilitas


Struktur Pengurus

Galery Siswa (i)

Santri Darul Ihsan Raih Dua Juara I Pada MTQ Ke 34 Pidie


 
Dari Kiri ke Kanan, Ahsanu Amala, Husnus Subula, Murni Aprilya dan Abdul Qadir Jailani di arena utama MTQ Ke 34 Tingkat Provinsi di Pidie, tahun 2019
SIGLI –  Event akbar dua tahunan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Aceh Ke - 34 tingkat Provinsi Aceh tahun 2019 telah resmi ditutup pada jumat (27/9/2019) malam, dan  Kafilah Aceh Besar tampil sebagai juara umum pada acara yang berlangsung sejak 22 -23 September 2019 di Lampeudeu Baroh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Aceh.

Dari berbagai cabang yang diperlombakan telah melahirkan kader-kader qurani yang handal dan siap bersaing di tingkat nasional.

Dari ratusan peserta MTQ itu diwakili juga oleh guru, alumni, santri dan santriwati sejumlah dayah-dayah di Aceh, di antaranya adalah dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee, Siem, Darussalam, Aceh Besar.

“Dua santri Darul Ihsan raih juara I di dua cabang, mewakili Aceh Besar Cabang Syarhil Quran Tingkat Remaja Putri, Husnus Subula meraih Juara I dan mewakili Aceh Jaya Cabang Tilawah Quran Tingkat Anak- Anak, Shahibul Kiram meraih juara I.” Terang Ust Azwir Hasballah selaku ketua bagian Ekstrakurikuler Darul Ihsan.

Juga 3 orang mewakili Aceh Besar Cabang Qiraah Murattal, Abdul Qadir Jailani meraih Harapan II,  Cabang Khat (Hiasan Mushaf Putri), Murni Aprilya meraih Harapan I, Ahsanu Amala meriah Harapan II Cabang Khat Kontemporer Putri.

Wakili Banda Aceh ada dua cabang,  Raihan Ishak raih juara harapan III Cabang Fahmil Putra dan Intan Marjani raih juara Harapan II Cabang Murattal Dewasa Putri. Dan mewakili Nagan Raya, Kariman Fauzi Cabang Fahmil Quran Remaja Putra, tidak meraih juara.

Tgk H Musannif Sanusi, ketua Yayasan Teungku Haji Hasan Krueng Kalee Dayah Darul Ihsan mengatakan, syukur alhamdulillah atas capain ini, semua ini tidak terlepas dari kontribusi guru, pelatih dan pengurus. Kita berharap pada MTQ ke 35 ke depan, lebih besar kontribusi dari tahun ini.
Intan Marjani dan Abdul Qadir Jailani berpose usai menerima tropi di arena MTQ



Darul Ihsan Datangkan Guru Tahfiz dari Mesir



Syech Muhammad Hilal Abdul Hayy Azhari, guru tahfiz Dayah Darul Ihsan dari Mesir
Darussalam - Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee, Siem, Darussalam, Aceh Besar kembali mendatangkan Syaikh dari Al Azhar Kairo, Mesir.

Kali ini yang diundang adalah Syech Muhammad Hilal Abdul Hayy Azhari. Sebelumnya ada Syaikh Abu Muaz Muhammad Abdul Hayy dan Syaikh Ayyub Al-Jazairy. Mereka bertiga secara bergantian berada membimbing santri.

"Semoga dengan kehadiran mereka dapat melahirkan generasi qurani sesuai dengan visi misi dayah "Mewujudkan Darul Ihsan sebagai dayah professional, mewarisi khazanah keislaman" dan juga untuk melahirkan generasi islam yang terampil dengan filosofi "Berilmu, Berakhlak, Berwawasan, Sederhana, Sehat dan Kreatif, kami singkat dengan "IKHWAN SEHATI"." Terang Tgk Muhammad Faisal selaku Pimpinan Dayah.



Tgk Musannif selaku ketua yayasan mengatakan, ini juga sebagai pendukung program tahfiz alquran, baik yang bersifat reguler, maupun tahfiz ekskul (ekstrakurikuler).

Ekskul kami prioritaskan untuk menampung bakat minat santri, baik itu bidang seni berupa kaligrafi, olahraga seperti; karate, silat panahan, maupun tahfiz alquran bagi santri yang punya bakat dan minat menjadi hafiz 30 juz.

Kami menentukan syech Hilal sebagai guru tahfiz dan bahasa Arab setelah mengetahui beliau Azhari tulen, mulai dari sekolah dasar sampai kuliah di Jami'ah Al- Azhar, pada fakultas usuluddin, jurusan aqidah dan filsafat.

"Dan menurut pengakuan Syech Hilal, ia sudah menghafal Al Qur'an sejak usia 10 tahun melalui didikan orang tua di rumah" tutup Tgk Musannif yang juga wakil pimpinan DPR Aceh Komisi VII bidang Agama dan Kebudayaan.

 
Guru Tahfiz, ustazah Intan Marjani sedang mendengar setoran hafalan santriwati di program reguler.
DATA PRIBADI
Nama : Muhammad Hilal Abdul Hayy
Alamat/Asal : Desa Mit 'Azzun, Kota Mansurah Provinsi Ad Daqahliyyah, Mesir.

BIODATA PENDIDIKAN
Pelajar Di Lembaga Al-azhar dari Ibtidaiyyah sampai Jami'ah/University
*Ibtidaiyyah Al-azhar : 1996 - 2002
*I'dadiyyah Al-azhar :2002 - 2005
*Tsanawiyyah Al-azhar : 2006 - 2008
*Jami'ah Al-azhar, Fakultas Usuluddin, jurusan aqidah dan  filsafat : 2008 - 20012
PENGALAMAN KERJA
Imam, khatib, guru tahfiz Al-Quran, guru aqidah dan filsafat.

Phonna, Utusan Dayah Darul Ihsan juara III MHQ Asean Ke- V


Zulfa Phonna bersama guru pendamping dan guru tahfiz, ust Azwir Hasballah

Medan - Zulfa Phonna, utusan Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee raih juara III Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ)  tingkat ASEAN ke - V antar pesantren yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara, 3-4 Agustus 2019.

Cabang MHQ  ASEAN 30 juz ada tiga juara, juara I diraih oleh Ali Sohoet Siegar utusan PP AL Mukhlisin Sihubuan, Sumatera Utara. Juara II diraih oleh Maulana Yusuf Daulay utusan
PP AR - Raudhah Beringin, Sumut dan juara III diraih oleh Zulfa Fonna utusan Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee asal Aceh Besar.

Pimpinan Dayah, Tgk Muhammad Faisal, mengapreasi dan bersyukur atas perolehan juara ini, Walaupun Dayah Darul Ihsan program unggulannya Kitab Kuning, Bahasa Arab dan Inggris, namun berkat program Ekstrakurikuler (Ekskul) yang menampung bakat dan minat santri menurut keahlian masing-masing santri, alhamdulillah tercapai sebagaimana direncakan.

"Program reguler yang ada dalam kurikulum akademik perminggu hanya  satu kali tatap muka dan dayah hanya mewajibkan santri khatam hafalan tiga juz, itupun setelah lewat tahsin di tingkat Tsanawiyah atau kelas I Aliyah jika santri masuk di tingkat aliyah" terang Tgk Faisal.

Zulfa Phonna adalah santri Madrasah Aliyah (MA) kelas lima di  Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee, Siem, Darussalam Aceh Besar.

Phonna, mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membimbingnya selama ini.
Terutama guru tahfiz ust Azwir Hasballah, terkhusus juga kepada guru Aqidah dan Tasauf, Ust Mustafa Husen Woyla dan sejumlah guru lainnya.

Phonna berharap kepada kawan-kawan dayah tahfiz dari Aceh yang ikut sebagai peserta namun belum meraih juara khususnya cabang 30 juz, semoga di MHQ ke depan, yakni ke VI, Aceh akan lebih unggul.


Phonna di mesjid Dayah Darul Ihsan. 2018

Diketahui, selain Juara III Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) tingkat ASEAN ini, Phonna sudah pernah meraih juara di sejumlah event lain. Berikut rinciannya;



*Juara II Tahfidh 10 J.uz tingkat Kabupaten Aceh Besar 2018. 

*Juara I Tahfidh 10 Juz Tingkat SMP /MTsS pada acara HUT PMA UIN Ar-Raniry 2017.

*Juara Harapa7.n 1 Tahfidh 10 Juz Tingkat Provinsi Aceh pada  Acara IKAT 2017.

*Juara harapan II Tahfidh satu Juz dan Tilawah Pada Acara MTQ Aceh Besar 2014. 

*Juara II cabang MHQ Olimpiade Pencinta Al-Quran ke 2 tingkat Provinsi Aceh. 

* Juara II Tahfidh 10 Juz putra pada acara MUQAS se kota Banda Aceh dan Aceh Besar tahun 2017.

* Juara 1 Tahfidh 10 Juz pada acara PORSENI Aceh Besar 2018

Humas Dayah 
Tgk Mustafa Husen Woyla

17 Santri Darul Ihsan Lulus beasiswa ke Mesir, IPB dan Tahfidz al-Quran Temboro



Para Santri yang lulus beasiswa tahfidz Alquran  ke Temboro, Jawa Tengah, 23/7?2019

Aceh Besar - Berbagai program seleksi mahasiswa baru baik dalam negeri dan maupun luar negeri tahun pelajaran 2019-2020 hampir selesai.

Dari sejumlah pengumuman resmi panitia seleksi dan lembaga donatur beasiswa, ada dua belas santri Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee, Siem, Darussalam, Aceh Besar yang mendapatkan beasiswa, dengan rincian sebagai berikut;

Tiga  santri lulus PBSB (Program Beasiswa Santri Berprestasi) beasiswa full program unggulan kementerian agama. dua orang, Radhwa Yasmin asal Banda Aceh dan Amsar asal Aceh Besar lulus ke Al-Azhar Kairo. Dan Juga Rahmatillah Putri Ramadhana, asal Sigli, lulus jalur PBSB di Institut Pertanian Bogor (IPB) jurusan Manajemen Sumber Dayah Lahan.

“Ini yang patut kita syukuri, berkat kerja keras guru, pengurus, santri dan semua unsur dayah,  ternyata santri kami sudah mampu bersaing di tingkat nasional, dan dari 30 kuota santri se-indonesia untuk lulus seleksi kuliah di al-Azhar dengan beasiswa full, kita lulus dua. Juga, ananda Rahmatillah dari kuota 15 orang se-indonesia, bisa lulus di IPB.” Apresiasi Tgk H Musannif Sanusi selaku ketua Yayasan Teungku H Hasan Krueng Kalee.

Adapun, Maulana Yudhistira Ash-Shadiqi, asal Aceh Besar, Wilda Asnaini asal Kuta Cane, Berri Chaliq Ar Rahman, asal Aceh Besar lulus ke Al-Azhar jalur mandiri.

Alhamdulillah, santri kita juga lulus beasiswa Aceh Carong melalui Badan Peningkatan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Mefriadi asal Woyla Aceh Barat dan Fathurrahman, asal Nagan lulus di Politeknik Energi dan Mineral, Minyak dan Gas di kota Cepu, Blora, Jawa Tengah.

“Di bidang Tahfidz Alquran lulus beasiswa Baitul Mal Aceh Besar empat orang, Muhammad Farhan, Muhammad Agil, Muhammad Iqbal dan Zawil Arham. Semua dari Aceh Besar. Mereka dikirim ke Makhad Alfatah Temboro, Jawa Timur, Tahfidh Baitul Mal Aceh Besar.” Tambah Tgk Musannif yang juga anggota DPR Aceh.

SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) atau biasa dikenal sebagai jalur undangan lulus 5 orang santriwati, mereka adalah Eka Rosanti, Intan Raihan, Nadia Ulfa AlKhalil, Mira dan Fitrah Muthmainnah.

Semoga pengumuman beasiswa Bidikmisi, dan SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan sejumlah program beasiswa lainnya, santri Darul Ihsan juga lulus sebagaimana kita harapkan.

“Saya melihat dari sejumlah tempat, kampus dan jurusan yang lulus, ini adalah sebagai jawaban dari pendidikan berbasis dayah terpadu hari ini, mampu menjawab tantangan zaman” jelas Tgk Muhammad Faisal, selaku pimpinan Dayah Darul Ihsan.

Tgk Musatafa Husen Woyla,
Humas Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee


UAS di Dayah Abu Krueng Kalee: Jin Sudah Kalah 'Tender' dengan Manusia di Zaman Nabi Sulaiman



Ustaz Abdul Somad isi ceramah di Dayah Darul Ihsan, Abu Hasan Krueng Kalee, Gampong Siem, Darussalam, Aceh Besar, Rabu (3/4/2019). 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ribuan masyarakat Aceh Besar dan sekitarnya menghadiri tablig akbar Isra Mikraj Nabi Muhammad 1440 Hijriah yang diisi Ustaz H Abdul Somad Lc MA atau yang akrab disapa UAS di Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee, Gampong Siem, Darussalam, Aceh Besar, Rabu (3/4/2019).

Ketua Yayasan Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee, Musannif, mengucapkan ribuan terima kasih kepada UAS yang sudah bersedia hadir ke Dayah Darul Ihsan. "Bagi kami, UAS adalah oase di tahun-tahun politik ini," katanya.

Dia juga mengucapkan terima kasih juga kepada Tgk H M Fadhil Rahmi Lc yang selama ini sudah berkontribusi untuk Darul Ihsan dengan bimbangan IKAT sudah puluhan alumni kami kuliah di Timur Tengah. 

"Juga kepada seluruh panitia dan ribuan jamaah yang telah berhadir," katanya seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Kamis (4/4/2019).

Pada kesempatan itu, UAS menyampaikan ceramah tentang refleksi Isra Mikraj, peristiwa bersejarah perjalanan Nabi Muhammad naik ke Sidratul Muntaha. Perjalanan tersebut merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam.

Karena pada peristiwa inilah Nabi Muhammad mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam.

"Saat ini, manusia itu kerap merasa paling canggih dan sombong, terutama dengan perkembangan teknologi mutakhir," kata UAS.

Perkembangan teknologi memang telah membuat manusia seperti tak terhalang lagi dengan jarak dan waktu. Jika dulu orang ingin berkirim pesan membutuhkan waktu berhari-hari, saat ini hanya butuh beberapa detik saja.

Tetapi sesungguhnya, kecanggihan sudah lebih dulu terjadi pada zaman Nabi.
"Masjidil Haram, Mekkah, ke Masjidil Aqsha dan naik Sidratul Muntaha tidak sampai sepertiga malam," kata UAS.

"Bukan mengirim surat atau foto, tapi mengirim Nabi Muhammad SAW. Mana yang lebih hebat, 2019 atau di zaman Nabi?," katanya lagi.

Meski begitu, kata UAS, tetap saja masih ada orang yang tidak percaya. Abu Jahal dan Abu Lahab di antaranya.

Mereka bahkan mengolok-olok nabi Muhammad. Mereka meminta Nabi untuk mengangkat kakinya sebelah, lalu meminta mengangkat sebelah lagi.

Dan tentunya tidak bisa. Mereka tertawa terbahak-bahak. Bagaimana bisa terbang ke Masjidil Aqsa. Mereka kafir (ingkar). Mereka tak percaya pada Isra Mikraj," kata UAS.

Mengapa mereka tak percaya? "Jawabannya karena mereka tak bisa membaca. Padahal mereka bisa mendapatkan dalam Alquran tentang Nabi Sulaiman," ujar UAS.

Alquran memang telah menggambarkan seorang manusia yang mempunyai ilmu dari alkitab mampu memindahkan singgasana Ratu Balqish, penguasa Saba di Yaman, hanya dalam satu kedipan mata ke Palestina.

Bahkan, kemampuannya itu mengalahkan kemampuan yang dimiliki ifrit (pengikut Nabi Sulaiman dari golongan Jin) yang hanya mampu memindahkan singasana itu dalam waktu beberapa detik.

"Sekarang saya tanya, apakah ada titipan kilat saat ini yang bisa bawa kursi dalam waktu lima detik? Tapi di zaman dulu, bahkan sudah ada yang lebih cepat lagi dari jin ifrit. Ada seorang laki-laki, dia manusia, Ashif Barkhiya namanya. Dia bahkan bisa membawa kursi dari Yaman ke Palestina, sebelum mata Nabi Sulaiman berkedip," kata UAS.

Tapi refleksi Isra Mikraj dewasa ini, kata UAS, masih menunjukkan banyaknya manusia berkawan dengan jin. 

"Padahal sudah berabat-abat umat Islam menang melawan jin. Buktinya jin kalah 'tender' melawan Ashif Barkhiya karena prinsip Nabi Sulaiman bahwa lebih cepat lebih baik," katanya.
UAS mengatakan, apa yang tertulis di Alquran itu sesungguhnya adalah pelajaran penting.
"Kita akan maju jika kita kuasai ilmu pengetahuan. Dan sekarang terbukti, siapa yang tercepat, itulah yang menang," katanya.

Karena itu, kata UAS, jika umat Islam ingin dapat bersaing di dunia global, maka harus cepat. "Pelayanan cepat, cermat, tidak bertele-tele," katanya.

"Ikan sepat ikan, ikan gabus. Lebih cepat, lebih bagus," kata UAS lagi sambil berpantun.

Tabligh akbar itu juga dihadiri Ketua Yayasan Dayah, H Musannif, Pimpinan Dayah Darul Ihsan, Tgk Muhammad Faisal, dan Ketua IKAT, Tgk Muhammad Fadhil Rahmi, Abu Muhammad Ismi Lc (Abu Madinah). (*)


Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul UAS di Dayah Abu Krueng Kalee: Jin Sudah Kalah 'Tender' dengan Manusia di Zaman Nabi Sulaiman, http://aceh.tribunnews.com/2019/04/04/uas-di-dayah-abu-krueng-kalee-jin-sudah-kalah-tender-dengan-manusia-di-zaman-nabi-sulaiman?fbclid=IwAR3C2cg1DmVMGjwCRYLdqNDcwmugo1gub6mrn2XMHl75aUamrrLhlEaKIRc.
Penulis: Subur Dani
Editor: Mursal Ismail


UAS akan isi ceramah Isra’ wal Mi’raj di Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee



Aceh Besar- Penceramah kondang, ustadz H Abdul Somad,  Lc MA (UAS) akan mengisi  tausiyah dalam rangka Tabligh Akbar  Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW yang  dilaksanakan di Dayah Darul Ihsan, Siem, Darussalam, Aceh Besar, sore, Rabu,  3 April 2019 mendatang.

Menurut video yang diunggah pada akun resmi milik Tgk H M Fadhil Rahmi, Lc, Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) dan Tim Tafaqquh.

Juga pada akun FB Tgk Fadhil juga merincikan sejumlah jadwal Tabligh UAS yang masih bersifat tentatif.

“Dalam vidoe Ustadz H Abdul Somad menyampaikan, Saya ke Aceh, tidak merasa menceramahi orang Aceh. Itu yang perlu digaris bawahi.” bukanya

Jadi, kerajaan Siak, tempat saya tinggal sekarang, kemudian di bawah Siak itu kerajaan Asahan, Sultan Iskandar Muda, beliau mau pergi ke Malaka, dalam perjalanannya itu, menikahlah dia di sebuah tanjung, tanjung itu ada balai-balai. Maka negeri itu dinamakan Tanjung Balai.

“Disana dia (Sultan Iskandar Muda) menikah dengan anak  seorang sultan, namanya Siti Selendang Ungu. Dari pernikahan itu lahir seorang anak laki-laki namanya Abdul Jalil, itulah nama sultan pertama kerajaan melayu Asahan.’’ terang UAS dalam video pendeknya.

Jadi, kami punya ikatan yang sangat kuat, jadi, kalau saya pulang ke Aceh. Itu saya pulang ke orang-orang yang dulu  telah berjasa mengislamkan nenek moyang kami. Akhiri-nya ringkas

H Musannif Sanusi, SE, sebagai ketua yayasan Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee, acara yang diketuai oleh Tgk Mustafa Husen Woyla, terus melakukan persiapan dengan menggelar rapat bersama Muspika plus kecamatan Darussalam, Aceh Besar untuk menyukseskan Tabligh Akbar  Isra’ wal Mi’raj yang menghadirkan da’i kondang asal Riau yang sudah populer Asia ini.

Dan syukur alhamdulillah,  setelah berkali-kali  kami mencari jadwal sejak maulid lalu,  baru di peringatan Isra’ wal mijraj ini bisa dilaksanakan. Dan ini tepat pula dihari peringatan perjalanan nabi Muhammad SAW ketika Isra’ wal Mi’raj   Ini memang merupakan  karunia Allah SWT kepada kami dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee. Karena telaj kita maklumi bukan perkara mudah untuk mencari waktu kosong UAS.

“Mungkin juga, kami dengar UAS ada kedekatan hubungan thariqat dengan Abu Hasan Krueng Kalee, yakni pada thariqat Al-Haddadiyah”.  Tutup Musannif dengan penuh rasa syukur.

Ketua panitia, Tgk Mustafa Husen Woyla, diperkirakan hadirin akan mencapai ribuan, oleh karena itu,  kendatipun ada pengamanan dari kepolisian diharapkan kepada warga Aceh Besar dan kota Banda Aceh datang lebih awal, agar terhindar dari Kemacetan. Jika mungkin mengendrai kenderaan bermotor. Yang berjarak dekat, sebaiknya berjalan kaki saja. Dan juga dalam keadaan sudah berwudhu’ kerena akan gelar salat Asar di area dayah.

Berikut rundown Acara Tablig UAS di Darul Ihsan;
15.00 : Tim penjemput sudah di bandara SIM
15.30 : UAS tiba di bandara SIM
16.15 : Tiba di Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee
16.30: Tabligh Akbar  Isra’ wal Mi’raj
18.30 : Selesai
18.35 : UAS berangkat menuju Aceh Jaya

Ketua panita;
Tgk Mustafa Husen Woyla
CP: 085277149334




PENGUMUMAN KELULUSAN PSB 2019/2020 DAYAH DARUL IHSAN

PENGUMUMAN  PENDAFTARAN ULANG SANTRI BARU 2019/2020  DAYAH DARUL IHSAN TGK H HASAN KRUENG KALEE

1. Berdasarkan hasil keputusan Rapat Panitia Penerimaan Santri Baru (PSB) dengan Pimpinan Yayasan Dayah Darul Ihsan Tahun Ajaran 2019/2020, maka memutuskan Nama dan Nomor Peserta Ujian yang telah mengikuti Seleksi di Dayah Darul Ihsan yang terlampir dibawah ini dinyatakan LULUS  dan menjadi Santri pada Dayah Darul Ihsan. (Data terlampir)

2. Untuk Santri yang dinyatakan LULUS, dapat melakukan Pendaftaran Ulang dimulai pada :  Tanggal  : 15 – 23 Maret 2019 Pukul  : 09.00 – 13.15 wib dan 14.30 – 16.00 wib Hari  : Setiap hari kerja (termasuk Hari Minggu) * jika tidak melaku kan pendaftaran ulang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, maka santri dianggap mengundurkan diri.

TINGKAT MTs


TINGKAT MA DAN  SMK TKJ







Keliru Memahami Nash, Penyebab Perpecahan dalam Islam


Tgk Muhammad Faisal, M. Ag saat memberi materi di kediaman ketua dewan pembina, Tgk H Usamah El Madny, S.Ag, MM, Gampong Meunasah Baet Lam ujong,  Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin, (14/01/ 2019)  malam.

Banda Aceh –  Pengurus Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh mengadakan pengajian perdana di awal tahun 2019 di kediaman ketua dewan pembina, Tgk H Usamah El Madny, S.Ag, MM, Gampong Meunasah Baet Lam ujong,  Ulee Kareng, Banda Aceh, Senin, (14/01/ 2019)  malam.

Kajian perdana ormas berbasis dayah yang beraqidah ahlussunnah wal jamaah ini,  diisi oleh Tgk Muhammad Faisal, M. Ag, pimpinan Dayah Darul Ihsan, Abu Hasan Krueng Kalee.

Kajian ini mengupas kitab peninggalan Abu Krueng Kalee ad-Durar as-Saniyyah Fî ar-Radd ‘Alâ al-Wahhâbiyyah (mutiara berharga dalam rangka menolak paham wahabi) karya asy-Syaikh as-Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, mufti madzhab Syafi’i di Mekah (w 1304 H).

Pada mukadimah, pemateri  mensyarah  hadits Jibril tentang Islam, Iman dan Ihsan.
Dari hadist Jibril inilah para ulama mengkodefikasi ilmu dalam Islam, misalnya dari pertanyaan Iman, para ulama membuat kaidah dalam ilmu yang kita kenal hari ini dengan ilmu Tauhid, Ilmu Kalam, Ilmu Aqaid, Ilmu Ushuluddin, dan ada juga istilah Abi Hanifah dengan al Fiqh al Akbar.

“Begitu juga dengan ilmu lainya, seperti Tasawuf, semua itu bersumber dari Al Quran dan Hadist. Yang menjadi masalah sekarang, ada sebagaian kelompok yang menuduh Tasawuf bid’ah. Padahal itu akibat mereka tidak mampu memahami kodefikasi atau kaidah ilmu yang telah diletakkan oleh para ulama salaf as Sālih.” terang Tgk Faisal

Sebenarnya, tasawuf dan ilmu kalam itu bukanlah kreasi dari ulama, tapi semua bersumber dari al quran dan hadist.
Yang jadi masalah pada Tasawuf menurut Syaikh Muhammad Said Ramadhan al-Buthi Dulu, “Pada zaman salaf as Sālih  Tasawuf ada namun tanpa nama, zaman sekarang hanya nama tanpa ada yang patut diberi nama.”


Dalam syarahan dan diskusi juga membahas tentang kelompok yang kurang tepat memahami hadist  “Man ahdatsa fii amrina hadza ma laisa minhu fahuwa raddu” mereka membuang kata kunci “ma laisa minhu” padahal itu menunjukkan boleh membuat perkara baru selama selama tidak bertentangan dengan syariat.

Juga kesalahan melarang ziarah kubur Rasulullah SAW dan kubur lainnya tersebab salah menempatkan hadsit berikut ini;
  “Janganlah engkau melakukan perjalanan jauh (safar) kecuali menuju tiga masjid: Al-Masjid Haram, Masjid Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, dan Masjid Al-Aqshaa” [HR. Bukhari dan Muslim].

Hadist di atas fokus pada larangan melakukan safir khusus ke selain tiga mesjid tersebut, bukan pada ziarah kubur. Inilah juga penyebab awal pelarangan ziarah kubur, dan melabeli kelempok Islam dengan kuburiyyun (pecinta kubur). Bahkan awal pemerintahan Al-Mamlakah Al-'Arabiyah Al-Su'udiyah yang dirusak adalah kubur para syuhada’ dan para sahabat mulia.

Pada sesi tanya jawab, jamaah mempertanyakan sejumlah pendapat kalangan yang mengkritisi kitab ad-Durar as-Saniyyah karya asy-Syaikh as-Sayyid Ahmad Zaini Dahlan.

Menanggapi pertanyaan Tgk Muhammad Faisal yang juga anggota MPU Aceh Besar menjelaskan, Sengaja kita bahas kitab Syaikh Zaini Dahlan, karena ia hidup satu abad  setelah  pencetus aliran Salafi Wahabi lahir. Tentunya Zaini Dahlan selaku mufti pada masa itu mengetahui berbagai fakta tentang penyimpangan yang ada pada seorang bernama Muhammad bin Abdil Wahab karena di masanya sedang terjadi pergerakan yang luar biasa.

“Mungkin jika kita kaji Kitab al-Mutasyaddidun Manhajuhum wa Munaqasyah ahammi Qadhayahum karya Syeikh Ali Jum'ah, tentu, orang berasumsi tidak sezaman dan informasinya diragukan.” Tambah Tgk Faisal

Jika kita lihat Muhammad bin Abdil Wahab mengarang kitab sangatlah sedikit, jika pun ada hanya mengutip beberapa ayat untuk beberapa judul kajian dan tidak mensyarah secara detail. Kita selaku kaum ahlussunah wal jamaah harus husnudz-dzan kepada Muhammad bin Abdul Wahab, niatnya baik dalam rangka pemurnian islam versinya (puritanisme), namun sayang, banyak mendapat penolakan dari mayoritas ulama.

“Oleh karena itu, mungkin penyimpangan pada masa Muhammad bin Abdil Wahab mungkin sedikit namun pasca meninggalnya, pengikut terus melakukan penyimpangan demi penyimpangan sebagaimana kita lihat hari ini.  Sudah sampai pada mencederai nama salaf itu sendiri, sebagaimana kata Syaikh Ali Jumah, Salafi telah merusak nama Salaf yang murni.” Tutup Tgk Faisal

Pengajian dimoderatiri oleh Tgk H Umar Rafsanjani, Lc., MA dihadiri oleh puluhan pengurus ISAD dan jamaah Majlis Pengajian Urueng Tuha (MPU-T) pimpinan H Zaini Albayani.

Selanjutnya, Tgk Usamah El-Madny sangat mengapresiasi kajian perdana ISAD, menurutnya kajian ini harus ada dua kali dalam sebulan, hasil kajian juga mesti  ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami oleh semua kalangan, kemudian di muat di website dan media. Dan akhir tahun dicetak dalam bentuk buku.

Pengirim: Tgk Mustafa Husen Woyla,S. Pd.I, Ketua Departemen Dalam Negeri & Pengembangan Organisasi

Ammar, Santri Multitalenta Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee


Ammar, Santri Multitalenta Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee



PRESTASI ZAQHLUL

* juara 1 debat bahasa arab se Aceh Riab Fair 7

*juara 1 kaligrafi Darul ulum Exibition 4 se Aceh

*juara 1 kaligrafi bersama IKAT

*juara 1 kaligrafi hiasan mushaf FITAS

*juara 1 kaligrafi kontemporer poseni aceh besar

*juara 2 kaligrafi Hiasan mushaf Darul ulum exebition 3

*juara 2 kaligrafi hiasan mushaf SALEUM 2018

*juara 3 kaligrafi hiasan mushaf MTQ aceh besar

*juara 3 kaligrafi Tulisan Buku, DISMENPORA 2017

*juara Harapan 2 Kaligrafi tulisan buku MTQ 33

Biodata
Nama :Zaqhlul Ammar
TTL: Banda aceh, 02 juni 2002
Alamat: jln. Tgk glee iniem, desa lambiheu siem, Darussalam ,Aceh Besar
TK: Bungoeng seleupok
SD: Min Tungkob Aceh Besar
MTs: Dayah Darul Ihsan
MA: Dayah Darul Ihsan

Orang tua

Ibu: nurjani
Pekerjaan;IRT

Ayah: zulkifli
Perkerjaan;pedagang
Hobby; memebaca, tenis meja, menulis kaligrafi
Kakak beradik:
1. SULTHAN NAUFAL
2. ZAQHLUL AMMAR
3. M.AQSHA

oleh Admin Web

 

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Website Resmi © Yayasan Teungku Haji Hasan Krueng Kalee Dayah Darul Ihsan – All Rights Reserved