"أهلا وسهلا مرحبا يا من أتيتم عندنا"
Home » » Kisah sederhana dan menarik ketika santriku hendak di Wisuda

Kisah sederhana dan menarik ketika santriku hendak di Wisuda

Written By Darul Ihsan on Minggu, 27 Oktober 2013 | 18.19


Al-kisah.

Ustad Dr. H. Abi Zal Muhammad Yati Lc, MA selaku ketua Panitia mewajibkan semua wisudawan memakai sepatu hitam. Ada seorang santri bernama Zaid (nama samaran) sudah kalang kabut tidak cukup perlengkapan wisuda.

Akhirnya Zaid memberanikan diri meminjam sepatu pada ustad. Salah satu ustad yang dituju adalah saya. Ketika dia mengutarakan maksud hendak meminjam sepatu. Langsung saya katakan. Silahkan pakai sepatu ustad kalau ukurannya cocok. Namun perlu kamu ketahui sepatu itu adalah sepatu termahal yang pernah ustad beli dan pakai selama hidup. Jadi kamu harus hati-hati memakainya.

Sebentar dia terdiam melihat sepatu di deretan rak para asatiz Darul Ihsan. Lalu matanya tertuju ke sepatu yang saya maksud. Dia mendapati sepatu sudah tidak berwarna hitam lagi tapi sudah agak sedikit putih plang akibat menggunakan semir cair warna Neutral.

Setelah lama berfikir, akhirnya Zaid tidak jadi meminjam sepatu. Entah apa yang ada di pikirannya terhadap sepatu favorit yang termahal seukuran ekonomi saya. Dan akhir kisah, ketika wisuda berlangsung saya perhatikan sepatu Zaid hampir lepas ketika berjalan menuju pengukuhan alumni. Kami para guru menangis kecil dalam hati. Walaupun mulut mencoba tersenyum dan sedikit pun tidak merasa bahagia dengan senyuman itu.

Itulah bentuk kesederhanaan yang kami miliki. Ketika anak diluar sana sedang berbicara Aipat, Tablet dan Smartphone kami masih berkutat pada sebuah sepatu.
Sy menduga Zaid mengurungkan niat tidak jadi meminjam karena takut barang paling berharga dari saya tidak bisa dia jaga.

#Ibrah, ternyata walaupun sepatu warna hitam kalau terus-terusan disemir dengan warna Neutral warna hitam akan merubah menjadi abu-abu. Begitu juga dengan dakhi berupa dosa, sehitam apapun ia. Bila senantiasa kita netralisir akan merubah warna kelabu walaupun tidak menjadi putih suci.
Bagikan ke:

Posting Komentar

 
Website Resmi © Yayasan Teungku Haji Hasan Krueng Kalee Dayah Darul Ihsan – All Rights Reserved