"أهلا وسهلا مرحبا يا من أتيتم عندنا"
Home » » Pernak pernik puasa Anak Baru Gede (ABG)

Pernak pernik puasa Anak Baru Gede (ABG)

Written By Darul Ihsan on Minggu, 27 Oktober 2013 | 16.44



Oleh: Nura Safarina

Seiring berjalannya waktu kembali merasaka nikmatnya Ramadhan yang di beri laqab  sebagai “syahrun adhzim” atau ”syahrun mubarak”  ini. Tanpa terasa sekarang umur kita sudah remaja atau dalam bahasa ngetrend sekarang  Anak Baru Gede (ABG). Namun kita tidak sadar bahwa  suasana sudah berbeda. Artinya, dulu masih kecil sekarang sudah menjadi muslim aqil baligh.

Mungkin sebagian teman-teman ABG ketika kita mendengar kata “Ramadhan” terbayang akan banyak hal; mulai dari tarawih, sahur, menahan hawa nafsu, menahan emosi, menahan lapar dan haus, tidak boleh inilah tidak boleh itulah. Pokoknya komplit deh. Segudang komplin itu terus mengeluti jiwa remaja sampai tiba saatnya bunyi Sirine mesjid Raya Baiturrahman yang dipancarkan lewat radio seantero Aceh. Ooouuuuwwwwwww.

Ingin puasa dapat rahmat dan keampunan? Hindari sisi negatif dan tingkatkan hal positif selama berpuasa.
So, bagaimana caranya?
Tenang Coy. ada di bawah ini.

Berbicara tentang puasa,  sebenarnya begitu banyak godaan yang dapat mengurangi bahkan dapat membatalkan puasa kita. Sebagai muslim dan muslimah ABG kita punya banyak godaan saat berpuasa yang mencoba mengrogoti iman dan pahala Shaum di sekeliling kita.

Hal Negatif selama berpuasa
Sebagai contoh mengerjakan hal yang sia-sia yang kurang manfaat, menghabiskan waktu berjam-jam di depan TV  menonton Sinetron, gosip selebriti, asmara subuh, Facebookan, Twiteran berjam-jam,  chating atau sms-an  dengan teman-teman tentang hal-hal yang tidak mengarah kepada kebaikan.
Berikut dalil ayat Allah SWT disertai ancaman agar kita tidak melakukan perbuatan
“ semau gue” .

Firman Allah SWT dalam surat al-Isra: 36 : “ Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya”.

Seterusnya godaan yang juga sering kita temukan adalah mengumbar aurat di depan lawan jenis yang bukan mahramnya. Na’uzubillah min zalik. Saudari muslimah yang seiman, hendaknya kita benar-benar menjaga kesucian bulan Ramadhan ini baik itu dalam berpakaian.
Saat kita melihat teman-teman kita memakai pakaian yang membalut aurat terkadang muncul di hati kita “wah..cantik ya”  ataupun “astaghfirullah”. Ketika lawan jenis kita melihat pakaian kita yang tidak sesuai syar’i, kita telah berdosa karna kita membuat mereka melakukan zina mata yang dapat merusak pahala puasa mereka.
Saudari muslimah yang seiman, sebagai muslimah hendaknya kita menjauhi segala perbuatan yang dapat mempengaruhi keagungan bulan suci ini. Dan tidak bisa dipungkiri bahwa pada hakikatnya seorang wanita lebih menyukai hal-hal yang sedikit menyimpang seperti bergosip ataupun terlalu sibuk dengan urusan lainnya yang dapat mengganggu jadwal rutin ibadah kita.
Namun dengan ketawadhu’an dan iman yang kuat insya Allah kita dapat menjalani ibadah puasa kita dengan beribu amal ibadah yang dirahmati Allah. Dalam sebuah hadis dikatakan “orang yang berpuasa di bulan ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan atas pahala-Nya maka diampuni dosanya yang terdahulu (HR.Muslim dari Abu Hurairah).

Daripada waktu kita terbuang sia-sia hanya untuk perbuatan yang tidak bermanfaat .
Terus, kalau  gituan ngak boleh lalu apa juga yg mesti dilakuin?
Jawab bahwa;
Hal positif selama berpuasa
Tentunya kesibukan sekolah jelas berkurang selama bulan Ramadhan karena pada umumnya sekolah-sekolah di Aceh diliburkan atau minimal kegiatan belajar mengajar sangat minim.

Jadi,  waktu luang itu lebih baik kita menggantinya dengan membaca al-Quran, membaca kisah-kisah orang sukses yang inspiratif, silaturrahim ke teman atau saudara jauh, belajar otodidak tentang bakat-bakat terpendam yang tidak terasah selama kita di sekolah atau bisa juga membantu orang tua ataupun memperbanyak zikir agar kita semakin dekat dengan Allah Subhanahu wa ta’ala.

Yang jelas, waktu luang kita tidak boleh habis sia-sia. Sebagaimana Nabi SAW telah memperingatkan terhadap kelalaian banyak orang dari nikmat sehat dan nikmat  waktu lunag yang telah diberikan kepada mereka:   "Dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu; sehat dan waktu luang." (HR.Bukhari).
Bahkan lebih ngeri lagi ungkapan Ibnul  Qayyim  ; “Menyia-nyiakan waktu (luang) lebih berbahaya daripada kematian; Karena sesungguhnya menyia-nyiakan waktu (luang) memutuskanmu dari Allah dan negeri akhirat, sedangkan kematian memutuskanmu dari dunia dan penduduknya.”

Akhirnya kita berharap kepada Allah senantiasa memberikan takaran pahala Shaum kita berupa rahmat, keampunan dan bebas dari neraka  serta meraih gelar prediket “ Mutaqiin”.

Penulis adalah : Santriwati Kelas II MAS Darul Ihsan & Siswa kelas menulis binaan Ikatan Penulis Santri Aceh (IPSA).



Bagikan ke:

Posting Komentar

 
Website Resmi © Yayasan Teungku Haji Hasan Krueng Kalee Dayah Darul Ihsan – All Rights Reserved