"أهلا وسهلا مرحبا يا من أتيتم عندنا"
Home » , » Wadir Darul Ihsan Isi Pengajian Wartawan

Wadir Darul Ihsan Isi Pengajian Wartawan

Written By Darul Ihsan on Jumat, 31 Januari 2014 | 09.53


# Kemungkaran dan Kiat Penanggulangannya

Banda Aceh- Sudah satu Dasawarsa setengah (baca, lima belas tahun) Syariat Islam dicetuskan di Aceh. namun, angka pelanggaran masih sangat memprihatinkan dan itu bukan hasil survey atau penelitian namun selangkah saja kita keluar rumah dengan sangat mudah kita dapati pelanggar syariat tersebut. Demikian kata Wadir Darul Ihsan Abu Krueng Kalee, Dr. H Abizal Muhammad Yati, Lc MA dalam pengajian rutin Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI)di Rumoh Aceh, Kuphi Luwak, Jeulingkee. (29/1/).

Faktor munculnya kemungkaran Antara lain;
Pertama, Lemahnya pemahaman agama sehingga berdampak kepada pembangkangan yang terkadang mereka tidak tau telah mengerjakan kesalahan yang dimurkai Allah dan ini juga menjadi fenomena akhir zaman berupa diangkatnya ilmu dengan diwafatkan ulama maka merajalelanya kebodohan yang menjadi cikal bakal lahirnya kemungkaran. 

Kedua, orang tua melupakan perannya sebagai pendidik di rumah bahkan sering mencari kambing hitam ketika anak gagal dalam pendidikan. Padahal rumah tangga adalah madrastul ula (sekolah pertama) jika ini gagal maka kemungkinan besar pendidikan selanjutnya akan menuai kegagalan, baik gagal dalam bidang prestasi maupun gagal dalam pendidikan akhlak. Jelas doktor muda dan dosen luar biasa di Pasca UIN Ar-arrniry. 
Para wartawan ada aktifis sangat antusias mengikuti kajian tersebut, banyak sekali peserta memberi masukan untuk tegak syariat Islam di Aceh, antara lain ide brilian yang diungkapkan oleh Badaruddin dari Badan Pembinaan Pendidikan Dayah (BPPD) Aceh, katanya terinspirasi dari tertib lalu lintas ‘’ jika ingin syariat Islam berjalan di Aceh mesti juga diberlakukan rumah tangga tertip syariat”. 

Hal ini sesuai dengan penjelasan pemateri yang mengatakan jika syariat gagal di rumah otomatis dalam kumpulan masyarakat tentunya gagal karena Pemerintahan desa hingga menjadi sebuah Provinsi sampai Negara terdiri dari rumah Tangga. 

Ketiga, diamnya orang baik terhadap kemungkaran. Hal ini sangat berbahaya, jika orang yang mengerti dan orang baik sudah merelakan kemaksiatan merajalela tentu orang awam akan terus terjerumus kedalam jurang kemakstian yang tiada ujung. Demikian kesimpulan yang disarikan oleh moderator, Tgk Mustafa Husen Woyla.

Keempat Sekulerisasi Pendidikan Islam. Ini juga sangat berbahaya karena jika dalam pendidikan saja sudah terjadi minimalis apalagi dalam pengamalan sehari-hari sudah sudah jelas hampir nihil. 

Penanggulangannyaa;
Pertama, Memperluas dimensi dakwah
Menggiatkan dakwah dalam segala bidang tidak berfokus pada dakwah mimbar semata nmun lebih luas sampai kepada penyuluhan yang menyentuh ke hati orang awam. Selama ini, para dai atau muballigh hanya berkutat pada pengajian dan tausyiah saja tidak turun ke terminal, Lembaga Pemasyarakatan dan sejumlah tempat yang rawan dan objek dakwah. 

Kedua, Keseriusan Pemerintah
Selama ini kita melihat pemerintah masih setengah hati dalam menjalankan syariat Islam di Aceh. Bukti banyak sekali. Salah satunya, ketika ada bawahannya (baca. Bupati/Wali Kota) yang serius menjalankan Syariat tidak ada apresiasi atau penghargaan secara resm seperti Wakil Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Jamal dan Wali Kota Langsa, Usman Abdullah. Yang kita saksikan hanya Ormas Islam yang memperhatikan demikian. Sementara Pemerintah kemana. Tanya Abizal. 

Ketiga , Tidak mencegah kumungkaran dengan kemungkaran.
Ketika menanggulangi kejahatan jauhi sebisa mungkin hal-hal yang menimbulkan kemungkaran baru. Tugas kita bukan melawan orang jahat karena kalau penjahat dilawan bisa jadi akan bertambah orang jahat baru tapi tugas kita mengajak mereka ke arah yang baik sehingga orang baik semakin bertambah dari hari ke hari. (tafa).

dimuat juga di Hidayatullah.com
http://www.hidayatullah.com/read/2014/02/02/15858/masih-banyak-pelanggaran-syariat-jangan-cegah-kemunkaran-dengan-cara-munkar.html

Bagikan ke:

Posting Komentar

 
Website Resmi © Yayasan Teungku Haji Hasan Krueng Kalee Dayah Darul Ihsan – All Rights Reserved