"أهلا وسهلا مرحبا يا من أتيتم عندنا"
Home » » PERBEDAAN TAUHID MUTAKALLIMIN, PARA FILOSOF DAN KAUM SHUFI

PERBEDAAN TAUHID MUTAKALLIMIN, PARA FILOSOF DAN KAUM SHUFI

Written By Darul Ihsan on Senin, 26 Mei 2014 | 18.29


PERBEDAAN TAUHID MUTAKALLIMIN, PARA FILOSOF DAN KAUM SHUFI

-- Tauhid Mutakallimin
Sesunguhnya tauhid versi mutakallimin adalah tauhid yang berasal dari teks agama yang mengandung perintah beriman. Para mutakallimin meskipun mereka bersekte-sekte namun masih ada yang menyatukan mereka yaitu berupaya melogiskan keimanan mereka, kemudian mengimaninya, membelanya, sesuai makna yang dipahami dari teks.

-- Tauhid Filosof
Tauhid filosof adalah tauhid berdasarkan logika semata (berfikir/hasil kerja akal). Jika terdapat ayat yang mengandung perintah bertauhid, barulah akal berfikir mencari bukti eksistensi dan keesaan-Nya secara bertahap. Semua bukti ini dijabarkan dalam bentuk teori dan sistematik, karena inilah para filosof dianggap berfikir dulu kemudian beriman. Beda halnya dengan mutakallimin, beriman dulu kemudian berfikir. Disinilah letak perbedaan konklusi filsafat Islam dengan filsafat umum dalam masalah teologi.

-- Tauhid Shufi
Tauhid Shufi adalah tauhid berlandaskan pada perasaan hati, ma'rifah dan syuhud. Dimana seorang shufi menjadikan Allah Swt sebagai tujuan utama pandangan mata hatinya. Sekalipun mereka mengakui keberadaan alam realitas ini, namun hanya menjadikannya sebagai sarana bagi memahami keagungan, kemahakuasaan Allah Swt dan sifat-sifat-nya. Allah tercermin dalam segala ciptaan-Nya.
Para shufi tidak menjadikan alam semesta (al-Maujudat) ini sebagai bukti bagi eksistensi (keberadaan) Allah Swt. Justru mereka menjadikan alam ini sebagai sarana bagi tahapan mu'ayanah, musyahadah dan fana, agar ia dapat kekal abadi kelak.

Tahapan Tauhid Shufi:
1. Bertauhid dalam bentuk aplikasi perbuatan dan sifat-sifatnya
2. Bertauhid melalui musyahadah alam realitas, dimana menghadirkan Allah Swt dalam setiap ciptaan-Nya.
3. Akhir fase tauhid seorang shufi berhenti pada Wahdatul Wujud dimana seorang shufi tidak melihat kecuali satu wujud saja yaitu wujud ilahi. (Bukan wahdatul wujud dalam pengertian Hulul dan Ittihat karena ini bukan aqidah shufi sejati)

Menurut kaum shufi, wujud Allah Swt adalah umpama wujud jauhar, sedangkan wujud alam adalah wujud 'aradh. Jadi, 'aradh selalu membutuhkan jauhar dalam arti wujud 'aradh tergantung kepada wujud jauhar, tidak sebaliknya.
wallahu a'lam bis shawab...Allahumma waffiqna lima tuhibbu wa tardhahu, wahdina ila shirathikal mustaqim..amin..

Zdalil Haqir Tgk. Edi Syuhada
Bagikan ke:

Posting Komentar

 
Website Resmi © Yayasan Teungku Haji Hasan Krueng Kalee Dayah Darul Ihsan – All Rights Reserved